Beberapa Kesalahan Peternak Puyuh Pemula

Beternak puyuh sebaiknya bersumber dari hobi beternak unggas. Jika sesuatu pekerjaan sudah dimulai dari sebuah hobi maka pekerjaan akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tetapi jika suatu pekerjaan bukan karena hobi maka pekerjaan tersebut akan menjadi sebuah beban yang sangat berat.

Demikian juga halnya beternak puyuh, jika dimulai dari hobi maka meskipun usaha ternak puyuh menghasilkan keuntungan yang sedikit bahkan mengalami kerugian maka usaha masih tetap berlangsung. Tetapi jika tidak dimulai dari hobi maka sedikit saja ada gangguan pada usaha ternak puyuh misalnya harga telur turun sehingga keuntungan berkurang bahkan rugi, terserang wabah penyakit dan sebagainya, maka usaha akan langsung ditutup.

Meskipun begitu, seorang peternak pemula masih akan mengalami yang namanya sifat pemalas meskipun itu merupakan berasal dari hobinya. Kebiasaan pemalas inilah yang membuat usahanya bisa saja menjadi tutup selamanya. Kebiasaan pemalas ini juga pernah saya alami ketika memulai usaha beternak puyuh. Pekerjaan pemeliharaan puyuh petelur merupakan pekerjaan yang rutin dan tanpa libur setiap harinya. Hal inilah yang sering membuat peternak pemula menjadi jenuh sehingga banyak pekerjaan yang ditunda-tunda.

Berikut ini beberapa kesalahan yang dilakukan oleh peternak puyuh pemula sebagai akibat dari sifat pemalas dan ketidaktahuan dalam beternak puyuh.

1. Malas Membersihkan Kotoran

Rak penampung kotoran sebaiknya dibersihkan dalam periode 2 hari sekali. Karena jika lewat dua hari maka kotoran akan banyak terdapat belatung. Kotoran yang menumpuk terlalu lama juga akan menghasilkan gas amoniak yang sangat menyengat. Gas amoniak ini akan naik ke atas dan mempengaruhi kesehatan puyuh. Puyuh akan kesulitan bernafas dan sulit membuka matanya karena gas amoniak sangat pedih jika mengenai mata.


Kotoran Puyuh Siap Dibuang ke Hutan

Kotoran yang menumpuk terlalu lama akan menimbulkan dan berkembangnya bibit penyakit.  Penyakit yang sering ditimbulkan biasanya Snot, yang akhirnya membuat produksi telur menurun dan angka kematian yang sangat tinggi. 

2. Membiarkan Pakan dan Minuman Lama  Kosong

Pakan dan minuman harus selalu tersedia setiap saat. Peternak pemula biasanya akan selalu teledor memberikan pakan dan minuman. Kotak pakan terlalu lama kosong bisa menyebabkan puyuh mogok bertelur, demikian juga halnya air minum yang terlalu lama kosong. 

Biasanya peternak pemula memang sengaja membatasi pemberian pakan supaya pakan menjadi irit. Tetapi pembatasan pakan justru membuat burung puyuh semakin lahap dan boros pakan. Hal ini terjadi sebagai akibat burung puyuh berpuasa, sehingga jika ada makanan langsung dilahap sampai habis dan tempat pakan segera kosong kembali.


Tempat Pakan dan Minum Puyuh

Pemakaian tempat minum konvensional bisa menyebabkan sering terjadi kekosongan minuman tanpa diketahui, apalagi pemberian minuman tidak dilakukan berdasarkan jadwal. Tempat minum otomatis atau nipple bisa tersumbat sehingga air tidak bisa mengalir, burung puyuh akhirnya berpuasa minum cukup lama. Akibat air minum selalu kosong, maka puyuh akan malas makan dan akhirnya menurunkan produksi telur.

3. Menelantarkan Puyuh yang  Belum Bertelur

Anak puyuh yang berumur antara 20 - 40 hari sangat lahap makannya. Padahal pada usia ini burung puyuh belum berproduksi sama sekali. Maka hal ini menjadi beban bagi para peternak burung puyuh. Pada usia ini peternak pemula biasanya membatasi pemberian pakan, bahkan pakan diberikan dengan kandungan gizi yang sangat buruk. Hal ini menyebabkan anak burung puyuh mengalami guzi buruk dan rentan terserang penyakit. Penyakit yang menyerang anak puyuh akan ikut tertular ke puyuh yang sudah bertelur dan wabah penyakit bisa memusnahkan seluruh populasi burung puyuh dalam satu kandang.

4. Tidak Menyemprot Kandang dengan Desinfektan secara Rutin

Kesalahan berikutnya bagi peternak puyuh pemula adalah tidak melakukan penyemprotan kandang secara rutin dengan zat desinfektan. Kesalahan ini dikarenakan peternak pemula tidak tahu apa yang harus dilakukan, tidak tahu jika kandang puyuh harus disemprot dengan zat desinfektan secara rutin maksimal 3 hari sekali. Dahulu setahu saya penyemprotan kandang hanya dilakukan saat kandang kosong saja tapi ternyata salah, kandang yang ada isinya harus disemprot secara rutin untuk membasmi kuman dan virus dikandang.

Waktu Penyemprotan kandang saat ini saya lakukan dua hari sekali yaitu bersamaan dengan sesudah pembersihan kotoran. Saya menggunakan zat desinfektan berupa pemutih pakaian mrek bayclin karena harganya lebih murah dibandingkan dengan desinfektan khusus peternakan. Bisa juga penyemprotan dengan menggunakan deterjen, atau air deterjen sisa istri mencuci pakaian jangan dibuang karena bisa dimanfaatkan untuk bahan semprot kandang dan mencuci tempat minuman konvensional dengan cara merendamnya selama seharian baru kemudian dibilas dengan air bersih dan dikeringkan

Kandang yang tidak disemprot secara rutin dengan zat desinfektan bisa menjadi tempat berkembang biaknya bibit penyakit berupa kuman, bakteri, dan yang sangat berbahaya adalah virus. Musim penghujan adalah masa saatnya peternak waspada karena dengan suhu udara yang dingin dan kelembaban yang tinggi membuat bibit penyakit tumbuh dengan subur. Wabah virus sering terjadi pada masa musim penghujan ini. Baca artikel Cara Desinfektan Kandang Puyuh Petelur.

5. Tidak Membersihkan Tempat Minum secara Rutin

Tempat minum harus dibersihkan setiap hari supaya steril dari kuman bakteri dan virus. Saya biasa merendam tempat minum seharian dengan menggunakan air deterjen bekas istri mencuci pakaian. Membersihkan tempat minum ini biasanya diabaikan oleh peternak puyuh pemula, apalagi yang menggunakan nipple minuman otomatis.


Tempat Minum Direndam dengan Air Deterjen

Saya sekarang hanya menggunakan tempat minum konvensional, supaya bisa dicuci dan diganti setiap hari baik air minum maupun tempat minumnya secara bergantian. Jadi saya menyiapkan tempat minum cadangan selagi yang kotor direndam dengan air deterjen selama sehari semalam.

6. Tidak Memberikan Vitamin yang Cocok

Burung puyuh juga diperlukan penambahan vitamin pada air minumnya supaya kebutuhan vitamin terpenuhi dan kekebalan tubuh meningkat. Pemberian vitamin juga sering diabaikan oleh peternak puyuh pemula sehingga burung puyuh kekurangan vitamin dengan ditunjukkan produksi telur yang kurang maksimal.

Sekarang saya hanya memberikan vitamin mrek egg stimulant. Saya sebelumnya sudah mencoba beberapa macam vitamin, lalu pernah coba probiotik tetapi hasil yang cukup dirasakan adalah pemberian vitamin berupa egg stimulant. Cara pemberian egg stimulan bisa dibaca di artikel berjudul Vitamin yang Cocok untuk Puyuh Petelur.

7. Membiarkan Kandang Puyuh banyak Nyamuk dan Lalat

Lalat dan nyanuk adalah serangga yang bisa menyebarkan bibit penyakit. Dua jenis serangga ini sangat suka di kandang burung puyuh. Lalat menyukai kotoran dan pakan puyuh sedangkan nyamuk suka untuk menghisap darah burung puyuh.

Untuk membasmi lalat saya lebih suka menggunakan lem lalat, sedangkan untuk membasmi nyamuk dengan cara menutup kandang pada malam hari dan memberikan obat nyamuk bakar untuk membunuh dan mengusir nyamuk.

8. Tidak Memberikan Vaksin Antivirus

Saya sendiri sampai sekarang masih tidak menggunakan vaksin antivirus pada burung puyuh. Ini disebabkan didaerah saya tidak ada poultry shop atau toko peternakan unggas yang menjual vaksin. Ada di kota propinsi yang jaraknya cukup jauh sekitar 60 kilometer atau waktu perjalanan 1-2 jam, padahal membawa vaksin harus dilakukan atau disimpan pada suhu yang rendah jika tidak virus yang ada dalam vaksin akan mati dan tidak ada manfaatnya lagi jika digunakan. Tetapi dengab menerapkan sistem biosecurity yang baik dan tidak melakukan ketujuh kesalahan diatas maka penggunaan vaksin bisa digantikan.

Demikianlah delapan kesalahan yang sering dilakukan oleh peternak puyuh pemula. Dari pengalaman saya, kesalahan tersebut disebabkan oleh ketidaktahuan apa yang harus diperbuat dan sifat malas dalam diri kita sendiri. Jika ketujuh kesalahan tersebut dibiarkan bisa menyebabkan produksi telur tidak mencapai target yang maksimal serta burung puyuh terserang penyakit yang sangat mematikan sehingga menghabiskan semua populasi puyuh yang kita miliki. 

Postingan terkait: