Upgrage Kandang Puyuh Petelur

Saya memulai beternak puyuh sebagai hobi mulai tahun 2014. Selain sebagai hobi, beternak puyuh ini saya jadikan bahan pengamatan untuk rencananya menjadi peternakan komersil pada hari tua nanti. Sekarang sudah 5 tahun dan mengalami beberapa pengalaman yang sangat penting bagi kelangsungan beternak puyuh. Salah satu yang saya alami adalah kelemahan kandang lama saya, maka perlu perbaikan untuk pembuatan kandang selanjutnya. Simak artikel saya yang berjudul Membuat Kandang Puyuh Sistem Bertingkat.


Kandang Lama 4 Tingkatan

Pembuatan kandang saya rancang sendiri dengan sedikit bekal ukurannya dari informasi pencarian di google saat itu. Informasi dari youtube belum sebanyak saat ini tentang peternakan burung puyuh, apalagi untuk membuka youtube memerlukan quota data internet yang cukup dan koneksi yang cepat. Padahal waktu itu quota data internet masih mahal dan koneksi yang lambat. Jadi satu-satunya informasi didapat dari tulisan para blogger.

Dengan berbekal pengetahuan seadanya saya memulai membuat satu kandang burung puyuh petelur. Setelah burung puyuh bertambah maka saya terus memperbanyak kandang dan akhirnya tercapai sebanyak 12 unit kandang dengan ukuran kandang memuat sebanyak 30 ekor puyuh dewasa. Kandang puyuh dibuat perunit bukan satu kesatuan, dan disusun sebanyak 4 tingkat dengan cara ditumpuk-tumpuk. Kandang dibuat perunit supaya mudah dibuat dan mudah untuk dipindah-pindahkan tanpa bantuan orang lain. Simak artikel lainnya yang berjudul Cara Membuat Kandang Puyuh di Lahan Sempit.

Sekarang saya memberanikan untuk mencoba menambah populasi puyuh. Populasi puyuh ditambah dengan cara bertahap, jadi umur puyuh tidak seragam. Ada puyuh yang usianya 1 tahun dan ada juga yang baru belajar bertelur. Ada juga anak puyuh yang baru berumur 1 minggu. Dengan cara bertahap ini masa apkir puyuh juga tidak serentak. Sekarang puyuh saya sudah sebanyak 400 ekor puyuh dewasa dan 120 ekor umur 1 minggu. Dengan bertambah populasi tentunya kandang lama tidak mencukupi. Maka saya membuat kandang baru tetapi ukuran dan bahan kawatnya diubah supaya bisa lebih baik dan maksimal. Baca artikel saya yang berjudul Keuntungan Beternak Puyuh Petelur 100 Ekor.


Review Kandang Lama Puyuh Petelur

Kandang puyuh petelur lama disini adalah kandang puyuh petelur yang saya buat pertama kali pada awal saya memelihara puyuh yaitu pada tahun 2014 yang lalu. Kandang lama ini memiliki ukuran panjang 80 cm, lebar 60 cm, tinggi depan 23 cm, tinggi belakang 17 cm. Semuanya menggunakan kawat trimin hijau dengan lobang 1 cm. Kayu bingkai menggunakan ukuran 3x4 cm. Bagian penampung telur tidak menggunakan bingkai kayu, tetapi hanya kawat yang dibengkokkan bagian ujungnya untuk menahan telur.

Satu Unit Kandang Lama

Setelah beberapa lama ternyata kandang lama ini saya rasakan memiliki beberapa kelemahan antara lain :


  1. Terlalu lebar sehingga sulit menangkap puyuh yang mau ditangkap misalnya ada puyuh jantan yang mau dikeluarkan.
  2. Lantai terbuat dari kawat trimin hijau. Setelah beberapa lama lantai menggelendong sedangkan kayu penahan bagian bawah lantai memanjang sejajar dengan panjang bagian tengah, sehingga telur sulit memggelinding keluar.
  3. Rak penampung telur tidak diberi bingkai penahan dari kayu sehingga bergetar saat tidak sengaja terkena ayunan tangan sehingga membuat telur berjatuhan.
  4. Panjangnya kurang hanya 80 cm sehingga saat memasang lantai kandang kawat trimin selalu lebih sedikit karena ukuran kawat trimin 90 cm atau 100 cm, sehingga kawat bersisa sedikit yang tidak bisa digunakan.
  5. Bagian atas kandang dipasang kawat trimin juga, sehingga pemborosan penggunaan kawat trimin, padahal pada bagian atas cukup dipasang bahan berupa karung sak bekas pakan saja.
  6. Tidak dibuat pintu khusus, pintu hanya dibuat dengan memotong kawat bagian depan sehingga kawat akhirnya putus karena sering dibengkokkan.
  7. Jarak lantai dengan penampung kotoran terlalu rendah sehingga kotoran yang bergas amoniak mengganggu pernafasan burung. Jarak terlalu rendah juga mempersulit saat membersihkan kotoran.
  8. Pemasangan kawat trimin dari luar bingkai kayu, sehingga kotoran banyak menempel pada bagian bingkai kayu. Seharusnya kawat trimin dipasang pada bagian dalam bingkai.


Kesimpulannya ternyata cukup banyak kelemahan pada kandang puyuh lama tersebut, sehingga untuk membuat kandang puyuh baru harus bisa mengatasinya permasalahan tersebut. Selain itu juga kandang lama harus di servis bagian lantainya karena bagian tetsebut merupakan bagian yang paling vital yang perlu diperhatikan. Servis kandang lama baru bisa dilakukan saat kandang baru sudah mencukupi untuk menampung sebagian puyuh saat kandang lama diservis. Baca artikel selanjutnya Cara Desinfektan Kandang Puyuh.


Kandang Baru Puyuh Petelur

Karena kandang lama sebanyak 12 unit sudah penuh, saya membuat kandang baru. Kandang baru ini memperbaiki kelemahan pada kandang lama seperti yang telah saya uraikan diatas. Kandang baru ini memiliki ukuran panjang 90 cm, lebar 50 cm, tinggi depan 23 cm dan tinggi belakang 17 cm. Kandang baru ini mampu menampung sebanyak 30 ekor puyuh dewasa.



Kandang Baru Selesai Dibuat 

Kandang baru ini menggunakan kawat trimin putih ukuran lobang 1 cm untuk lantainya. Sedangkan untuk sisi samping bisa menggunakan kawat trimin putih maupun hijau, terserah kemampuan ekonomi kita. Kandang baru ini baru selesai sebanyak 2 unit dan sudah saya isi puyuh yang sudah mulai bertelur. Telur memggelinding dengan mudah keluar mengisi bagian penampung telur. Penampung sudah dipadang kayu penyangga atau kerangka sehingga tidak lagi bergetar saat tersenggol tangan seperti kandang lama. Pemasangan kawat juga dilakukan pada bagian dalam kayu rangka kandang, sedangkan kawat pada bagian lantai dipasang pada bagian sebelah bawah kayu rangka lantai kandang.


Kandang Baru Sudah Diisi Puyuh

Rencananya kandang lama akan saya ubah bagian lantainya saja. Lantainya sudah banyak kawat yang terlepas dari pakunya karena paku lebih dahulu berkarat dan putus. Kandang lama sudah lumayan tua, sudah berumur sekitar 5 tahun, maka sudah waktunya direnovasi kembali.

Demikianlah cerita saya pada kali ini  nantikan cerita selanjutnya tentang beternak puyuh petelur. Terimakasih atas kunjungannya yaa..!!

Postingan terkait: